Mengatasi Anak Memberontak

Anak yang memberontak biasanya disebabkan oleh keadaan yang membuatnya tidak nyaman atau ingin mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap sesuatu. Mengatasi anak yang memberontak secara efektif sudah tentu harus dilihat terlebih dahulu penyebab dari mengapa anak kita melakukan pemberontakan. Untuk mengetahui penyebabnya ini dibutuhkan ketenangan dari orangtua; tidak jarang orangtua justru panik ketika anaknya menunjukkan sikap memberontak sehingga yang terjadi akhirnya orangtua mengambil jalan pintas dalam mengatasi anaknya, yakni membentak atau menunjukkan kemarahan.

Di antara penyebab anak memberontak adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan Sikap Kedua Orangtua
Tidak jarang seorang ayah menghendaki anaknya harus berbuat begini, akan tetapi ibunya menghendaki anaknya harus berbuat begitu. Perbedaan sikap dari kedua orangtua biasa terjadi berkaitan dengan cara mendidik atau cara menanamkan nilai tertentu dari orangtua kepada anak. Meskipun keduanya bertujuan baik, namun perbedaan sikap dari kedua orangtua akan membuat anak merasa bingung dalam menyikapi kedua orangtuanya. Kebingungan pada diri sang anak biasanya diwujudkan dengan sikap memberontak. Bila hal ini yang menjadi penyebab anak memberontak, sudah tentu kedua orangtua harus segera menemukan titik temu dalam bersikap kepada sang anak.

2. Orangtua Bertindak Tidak Adil
Sikap orangtua yang bertindak tidak adil kepada anak ini terjadi kalau orangtua sudah mempunyai anak lebih dari satu. Kepada anak yang pertama, misalnya, orangtua memberikan rasa sayang yang lebih dibanding dengan anak yang kedua; atau sebaliknya. Sikap dari orangtua yang membedakan anak yang satu dengan yang lainnya bisa menumbuhkan rasa iri—bahkan dendam—dalam hati sang anak. Pada saat seperti ini, sesungguhnya orangtua secara tidak langsung juga mengajarkan sifat yang tidak baik tersebut kepada anaknya. Akhirnya, rasa iri—bahkan dendam—yang ada pada diri anak yang merasa diperlakukan tidak adil oleh orangtua mendorongnya untuk menunjukkan atau melawan ketidakadilan tersebut dengan memberontak.

3. Orangtua Menuntut Secara Berlebihan
Orangtua kadang menginginkan agar anaknya melakukan sesuatu atau bersikap sesuai dengan yang dinginkannya; atau orangtua memerintahkan kepada anaknya untuk melakukan sesuatu dengan cara mendesak. Namun, bila hal ini yang dilakukan oleh orangtua, biasanya orangtua tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkannya. Anak cenderung memberontak atau tidak mau melaksanakan apa yang dituntutkan kepadanya bila dilakukan secara berlebihan atau diperintah secara mendesak. Di saat seperti ini, orangtua semestinya memahami kondisi sang anak. Cara yang paling efektif untuk mengatasi anak yang memberontak akibat dari “tekanan” dari orangtua seperti ini adalah mengurangi ketegangan dengan cara orangtua memberikan kesempatan kepada anaknya untuk melakukan sesuatu atau bersikap sesuai dengan keinginan, kondisi, dan kebutuhannya.

4. Orangtua Bersikap Kaku
Sebelum membahas masalah ini, ada pertanyaan penting yang perlu kita jawab, yakni bagaimana perasaan kita apabila menghadapi orang yang bersikap kaku, hanya pendapatnya yang dianggap benar, dan tidak mau kompromi dengan orang lain? Sudah tentu kita akan merasa tidak nyaman, kurang suka, dan rasanya tidak ingin menjalin komunikasi lebih lanjut. Demikian pula dengan anak kita. Apabila kita sebagai orangtua bersikap kaku atau bahkan keras terhadap anak-anak justru akan membuat mereka tidak nyaman, kurang atau bahkan tidak suka, dan akhirnya menjadi pemberontak. Sungguh, sikap mau kompromi dan lunak dari orangtua sangat dibutuhkan untuk mengatasi anak yang sudah telanjur menjadi pemberontak oleh karena sikap kaku orangtua.

5. Anak Merasa Mendapatkan Tugas yang Banyak
Tugas yang diterima si anak dan harus dipenuhi atau dilaksanakan bisa jadi datang dari orangtua atau sering kali datang dari sekolah. Tugas ini bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. Namun, tugas tidak jarang juga menjadi sesuatu yang sama sekali tidak menyenangkan hati sang anak. Hal ini terjadi apabila tugas yang diterima anak dirasakannya terlalu banyak sehingga menjadi beban dalam hidupnya. Apalagi jika tugas yang sudah dianggapnya sebagai beban itu tidak dapat dipenuhi oleh anak maka kecenderungan yang terjadi adalah anak menunjukkan sikap memberontak. Dalam mengatasi masalah ini hendaknya orangtua mengurangi tugas yang diberikannya kepada anaknya. Apabila tugas itu datangnya dari sekolah, orangtua hendaknya memberikan empati kepada anaknya dengan cara mendampingi anaknya dalam menyelesaikan tugasnya. Penting sekali dalam hal ini orangtua juga membangun kesadaran dalam diri anak tentang pentingnya untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

6. Orangtua Melindungi Secara Berlebihan
Oleh karena saking cintanya orangtua kepada anak kadang memberikan perlindungan secara berlebihan kepada anaknya. Perlindungan secara berlebihan ini justru membuat orangtua “serba melarang” terhadap anaknya. Misalnya, dilarang bermain di halaman rumah karena khawatir ada orang jahat, dilarang berjalan sendirian di jalan karena khawatir terjadi kecelakaan, dilarang bermain air di pingir sungai karena khawatir hanyut atau tenggelam, dilarang bermain dengan anak tetangga karena khawatir terpengaruh perbuatan buruknya, dan seterusnya. Larangan dari orangtua ini dilakukan bukan karena tidak percaya kepada kemampuan anaknya atau tidak melatih anaknya, tetapi ingin senantiasa melindunginya dari bahaya. Namun, sayang sekali, cara seperti ini justru tidak membuat nyaman yang akhirnya malah membuatnya memberontak. Untuk mengatasi pemberontakan dari anaknya sudah tentu orangtua harus memberikan kelonggaran atau kemerdekaan kepada anaknya. Dengan demikian, sang anak mempunyai kebebasan dan berlatih pula dalam membangun kepercayaan diri.

7. Anak Mengalami Keletihan
Anak yang mengalami keletihan karena kebanyakan bermain atau beraktivitas lainnya juga membuatnya mudah untuk memberontak. Hal ini bisa terjadi karena kondisi keletihan membuat emosinya tidak stabil. Bila menghadapi kenyataan demikian, orangtua dapat mengajak anaknya untuk beristirahat. Namun, bila anak menunjukkan pemberontakannya dengan tidak mau untuk beristirahat, orangtua harus menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, misalnya dengan cara membelai rambutnya, memeluknya, atau memijit-mijit kakinya.

Demikianlah beberapa cara yang efektif dalam mengatasi anak ketika menunjukkan sikap memberontak. Satu hal yang harus orangtua pahami adalah setiap sikap memberontak dari anak selalu terjadi oleh sebab tertentu. Nah, mencari penyebabnya inilah yang dibutuhkan ketenangan dan kejujuran dari orangtua agar dapat mengatasi masalah yang terjadi.

Salam keluarga bahagia,
Akhmad Muhaimin Azzet

3 Tanggapan

  1. nice info,,,
    masing2, baik ortu maupun anak punya hak & kewajibannya masing2, dan kalau dijalanin dengan penuh tanggung jawab & penuh keihlasan, insya Allah suasana keluarga akan jadi harmonis

    • Demikianlah, Mas Mabruri, masing-masing orangtua dan anak mempunyai hak dan kewajiban. Jika hal ini dipahami dan dijalankan dengan baik, maka keluarga yang bahagia akan terwujud. Makasih banyak ya, Mas, telah berkenan singgah di blog ini.

  2. Trma ksh atas infx,sy jg pny mslh dng mertua yg bgtu tdk adilx buat kami,pdhl sy sdh smampux merawat mrk,sy tdk mnta blsan mrk krn mrk udh sprti ortu sndri,mlh sy di fitnah pdhl sy tdk melakukan apa yg tuduh,jstru anakx yg suka mencuri di lindungi,di puja2,yg sy sesalkan anakx sndri(suami sy)di blng mulutx manis tp hatix busuk,pdhl slama ini suami sy begitu berbaktix pd mrk,tdk sprti anak&mntux yg suka mencuri,bentak2 mrk tp tetap mrk begitu baik&syng,bagaimana menyikapi ortu yg ky gtu??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: