Menegakkan Agama dengan Shalat

Rasulullah Saw. bersabda:

“Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agamanya.” (HR Baihaqi)

“(Batas) antara hamba dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

Ada orang yang mengakui diri sebagai pemeluk agama Islam, akan tetapi ia tidak mengerjakan shalat fardhu. Ketika ia disebut telah meruntuhkan agamanya atau bahkan disebut telah melakukan kekufuran maka ia marah dan tidak mau menerima. Ini artinya hati nurani setiap orang adalah berjalan sesuai dengan fitrah. Oleh karena itu, marilah kita menjadi orang yang bisa menunjukkan kebenaran atas kesaksian atau syahadat kita dengan mendirikan shalat dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh, kita tidak ingin menjadi orang munafik atas kesaksiaan kita sendiri; apalagi menjadi kafir.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

4 Tanggapan

  1. Robbij’alni muqimassholati wa min dzuriyati robbana wataqobbal du’a..

  2. berul pak, Allah memerintahkan kita untuk mendirikan shalat, bukan melaksanakan shalat, tpi kebanyakan dari kita yang ada baru sekedar melaksanakan shalat, hanya sebatas pengugur kewajiban.
    Tapi, yang penting terus ada kemauan untuk bisa lebih dari sekedar melaksanakan shalat..

    • Sepakat sekali, Mas, semoga kita bersama keluarga dan sahabat-sahabat tercinta mampu mendirikan shalat, baik secara lahir dan batin, dalam rangka menggapai ridha-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: