Menikmati Tahu Campur di Kota Budaya

Tahu campur adalah salah satu makanan khas Jawa Timur. Makanan ini banyak dijual di Surabaya, Malang, Mojokerto, Jombang, dan hampir seluruh kota-kota di Jawa Timur. Namun, di kota-kota selain Jawa Timur, tidak banyak yang menjual tahu campur.

Demikian pula dengan di Kota Budaya Jogja. Salah satu tempat yang sudah terkenal menjual tahu campur di Jogja adalah Warung Cak Muji yang berada di Jalan Kusumanegara. Bagi yang belum pernah ke sana, warung makan kaki lima yang menjual makanan khas Jawa Timur ini berada di selatan Toko Swalayan Pamela.

Tahu campur yang menggugah selera (foto am.azzet)

Warung Makan Cak Muji, Jl. Kusumanegara, Jogja (foto am.azzet)

Tahu campur terdiri dari sop daging sapi kenyal, taoge segar, tahu goreng, mie putih, perkedel singkong, dan selada air segar yang disiram dengan kuah petis yang telah dibumbui rempah. Lebih nikmat lagi bila tahu campur diberi sambal yang sesuai dengan selera. Hmm…, benar-benar nikmat.

Warung makan Cak Muji selalu ramai dikunjungi para pelanggannya. Buka pada sore hingga malam hari. Pengunjungnya ternyata tidak hanya orang-orang Jawa Timur yang ada di Jogja, tapi juga para penikmat kuliner khas daerah. Seusai menikmati sepiring tahu campur, minum segelas es teh atau es jeruk, “Rasanya mantap, Bro!”

9 Tanggapan

  1. jadi laper…he he he…
    orang tua saya dulu bikin tahu di campur sama bumbu kacang..hemm enak jg….

    • jadi laper ya, Mas, saya juga, hehe….
      tahu dicampur sama bumbu kacang? wah, kayaknya mantap juga tuh, apalagi ditambah sedikit kecap, hmmm….

  2. oh ya…lupa…
    memang d tambah kecap…
    si akang tau aj ni…
    kayaknya kita tukang makan ni…he he he

    • Hehe…., ditambah kecap biar tambah mantap rasanya, nikmat begitu lho…. Kalo di Jawa Timur ada masakan semacam ini namanya tahu kecap, hmm…. [bikin tambah lapar ya, Mas, hehe…]

  3. klo ibu saya dulu bikin seperti ini… kita kenalnya dengan sate tahu…tp padahal tahu-nya itu sndiri tidak d sate…he he he lucu ya…iya ni jd pengen cari sate tahu…

    • Ooo gitu ya, Ibu bilang sate tahu barangkali bumbunya memang mirip bumbu sate, apalagi bila bumbunya itu dicampur dengan sedikit irisan mentah bawang merah, hmm…. tentu aromanya benar-benar sate tahu. Wah, jadi laper ya, hehe….

  4. bisa jadi kang…
    wah..kang azzet bener2 pecinta makanan nih…
    bener ni kang…jadi laper…ha ha ha…

    • Iya, Mas, sebenarnya saya memang suka memasak. Hal ini berawal ketika dulu di pesantren semua santri harus memasak sendiri untuk makannya secara berkelompok. Maka, dari situlah akhirnya saya suka memasak. Hehe….

      • wah hebat emang lulusan santren….
        dah pandai agama…pandai pula memamasak…he hehe
        klo saya cuma bisa masak aer dan masak mie..he he he..tp pecinta makanan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: