Pertanyaan Tentang Para Koruptor

Ada sebuah pertanyaan yang sebenarnya sudah lama mengganggu dalam benak saya. Dalam sebuah kesempatan pun pernah saya tanyakan kepada teman-teman ketika meronda bersama di pos ronda di ujung gang perumahan. Pertanyaan itu begini, “Bagaimana ya perasaan atau hatinya para korutor (korupsi puluhan ribu, jutaan, atau miliaran sama saja) pada hari-hari setelah ia melakukan perbuatan tersebut, apakah gelisah, bingung, tidak tenang, atau justru bahagia dan berusaha menikmati hasil perbuatannya?

Pertanyaan tersebut berawal dari sebuah kenyataan bahwa setiap orang pasti punya hati nurani. Katanya, hati nurani ini akan merasa gelisah apabila empunya melakukan tindak kesalahan.

Pertanyaan lagi, apakah ketika seorang suami melakukan korupsi, istrinya mengetahui tidak? Bila mengetahui, bagaimana perasaannya ketika diberi nafkah oleh suami dari hasil yang jelas-jelas tidak halal? Merasa senang dan menikmati atau justru merasa dinodai kehormatan keluarganya?

Saya juga ingin tahu bagaimana perasaannya terhadap Tuhan? Sebab, katanya bagaimanapun seseorang di dalam hatinya ada perasaan terhadap Tuhan. Apakah merasa bersalah atau biasa-biasa saja?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengganggu saya untuk mengetahui jawabnya karena saya juga tahu bahwa tidak sedikit orang yang TAKUT SEKALI apabila rezeki yang diterimanya tercampur dengan yang tidak halal. Bahkan, ada orang yang walau sebesar seratus rupiah saja jika tidak jelas-jelas halal maka ia tidak mau menerimanya. Bagaimana kalau menurut sahabat-sahabat blogger?

4 Tanggapan

  1. Jawabannya, Tanyakan sendiri pada hati anda, sebab semua manusia punya dasar hati nurani yg sama…!

    • Terima kasih sekali, Saudaraku. Setiap hati nurani sesungguhnya merasakan setiap tindakan yang dilakukan oleh empunya; apakah baik atau tidak. Semestinya begitu. Sekali lagi terima kasih.

  2. hati nurani apakah sama dengan keimanan???
    smoga keimanan kita jg akan mencegah kita dari tindak korupsi

    • Hati adalah tempat bagi keimanan seseorang. Bila keimanannya bagus maka bagus pula hatinya. Ya, memang benar, semoga keimanan kita menuntun hidup kita agar tidak berlaku yang tidak diridhai-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: